Sunday, May 31, 2009

Alkitab Yang Mana?

Saat ini kita dimanjakan dengan banyaknya terjemahan Alkitab selain Alkitab berbahasa aslinya. Beberapa orang sampai bingung mau membaca Alkitab yang mana. Mereka lupa bahwa membaca Kitab Suci tidak mengakibatkan pembacanya memperoleh hidup yang kekal. Hanya kalau pembaca Kitab Suci itu mau datang kepada Yesus Kristus, barulah ia akan memperoleh hidup itu (silakan baca kutipan ayat di bawah ini).

Yohanes 5:39, 40 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Datanglah kepada Yesus Kristus untuk menerima hidup yang kekal!

~.~

Ingatlah bahwa di luar sana, banyak orang yang rindu untuk bisa membaca Alkitab, namun tidak memilikinya.

Dari SD-SMA, saya hanya punya kitab Perjanjian Baru gratisan dari Gideon. Bisa membacanya saja sudah merupakan suatu anugerah besar buat saya. Selepas SMA, ketika saya menerima upah dari bekerja di bengkel, saya baru bisa membeli Alkitab lengkap (PB dan PL). Karena mudah dibaca dan dimengerti, waktu itu saya memilih versi terjemahan BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) dari LAI.

Karena lingkungan saya tidak mendukung, maka Alkitab itu saya sembunyikan di antara tumpukan mesin, baru ketika saya sendirian, Kitab itu saya ambil dan baca.

Salah seorang murid SMA yang baru menerima Yesus, ikut beribadah di gereja, dan mulai rajin membaca Alkitab menerima perlakuan yang sangat kejam dari keluarganya. Tangannya diiris dengan pisau cukur, dan tidak diterima lagi sebagai anggota keluarga.

Dua cerita di atas menunjukkan kepada kita semua bahwa bagi orang-orang tertentu, untuk bisa membaca Alkitab saja (tanpa mempedulikan versi terjemahan) sudah merupakan suatu perjuangan besar. Bagi mereka, membaca Alkitab untuk bisa datang kepada Yesus Kristus lah yang terpenting, bukan versi terjemahannya.

~.~

Murid-murid Yesus sering mengalami penganiayaan dan ancaman ketika mereka berbicara kepada orang banyak, mengajar dan memberitakan kepada mereka bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati, ada keselamatan di dalam Dia (silakan baca Kisah Para Rasul 4 dan 5). Orang-orang yang tidak suka kepada murid-murid Yesus itu (4:1) mendatangi, menangkap, memenjarakan (4:3), mengadili (4:7), melarang, mengancam (4:17), bermaksud membunuh (5:33), dan menyesah mereka
(5:40). 

Murid-murid itu tidak bisa memungkiri apa yang telah mereka dengar dan lihat. Meskipun menanggung beratnya penganiayaan, mereka tetap bersaksi bahwa Yesus yang telah disalibkan, bangkit dari antara orang mati, dan kini hanya di dalam Dia lah keselamatan itu (Kis.4:12). Itulah berita Injil Keselamatan yang telah kita terima dan bisa kita baca dari Alkitab. Itu juga yang seharusnya kita sampaikan kepada sesama kita! ***

Dua Kali Menerima Roh Kudus?

Di dalam Alkitab banyak dituliskan mengenai Roh Kudus yang akan datang dan tinggal di dalam hati kita ketika kita percaya Injil keselamatan. Tidak ada janji yang menyatakan bahwa Roh Kudus akan datang dan tinggal di dalam hati kita bukan pada saat kita menerima keselamatan itu, atau bahwa Roh Kudus tidak datang dan tinggal di dalam hati kita pada saat itu. Orang Kristen percaya bahwa ketika seseorang menerima keselamatan Roh Kudus tinggal di hati orang itu.

Ingat nubuatan Yeremia atau Yehezkiel berkenaan dengan Perjanjian Baru?
Yer.31:31-34
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

Yeh.36:25-27 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Pada Kitab Perjanjian Baru banyak pula ayat-ayat yang menerangkan hal itu, beberapa di antaranya:

Yoh.7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Rm.8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

Ef.1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Sekarang mari kita lihat Kisah Para Rasul 8:5-6 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.

ay.14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.

Dari kutipan di atas, semestinya Roh Kudus telah tinggal di dalam hati mereka. Lalu apa arti kalimat berikut?

Kis.8:15-16 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Apakah keterangan di atas yang menyatakan bahwa Roh Kudus datang dan tinggal di hati orang ketika ia menjadi percaya kepada Yesus Kristus bertentangan dengan kedua ayat di atas?

Bagaimana pula dengan kutipan di bawah ini, di mana Yesus memberikan Roh Kudus kepada mereka?

Yoh.20:19:22 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

Bukankah mereka sudah menerima Roh Kudus saat itu? Mengapa mereka menerima Roh Kudus lagi di hari Pentekosta?

Menurut sepengetahuan saya, baik dari kalangan non-karismatik, maupun dari kalangan karismatik, mereka setuju kalau murid-murid Yesus menerima Roh Kudus dua kali. Hanya saja mereka tidak sepaham dalam
penafsirannya dalam menanggapi pertanyaan kapankah murid-murid Yesus diselamatkan.

Dari The Bible Knowledge Commentary (terbitan Dallas Theology Seminary yang non-karismatik) dinyatakan bahwa Roh Kudus yang diberikan Yesus setelah kebangkitan-Nya itu adalah pemberian Roh Kudus sebagian sebelum hari Pentekosta dan itu merupakan pemberian kuasa (spiritual power). Dan mereka menerima keselamatan di hari Pentekosta.

Kalangan karismatik beranggapan sebaliknya. Anggapan ini didasarkan pada beberapa keterangan berikut:

Rm.10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Lihat lagi kutipan dari Yoh.20-19-22. Disitu dituliskan "Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan."

Pada saat itu mereka percaya bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Mereka menerima keselamatan dan Roh Kudus.

Mengapa Yesus memberikan Roh Kudus dengan cara mengembusi mereka? Ingat bahwa Allah melakukan hal yang sama ketika menciptakan Adam. Di buku Commentary yang saya sebut di atas, dituliskan "Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, regenerasi dengan cara mengembuskan Roh Kudus sangatlah penting supaya orang bisa menikmati persekutuan dengan Allah"

Beberapa hari sebelum Pentekosta Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya untuk menunggu di Yerusalem.

Kis.1:4-8 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Itulah baptisan Roh Kudus dan kejadiannya terpisah dari saat menerima keselamatan. ***)

Menerima Karunia Roh Kudus

Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun (Luk.4:1).

Itulah yang terjadi. Setelah dibaptis, Tuhan Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Pola ini mirip dengan perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir. Setelah melewati Laut Merah, mereka dibawa ke padang gurun dan tugu awan dan tugu api berjalan di depan mereka.

Bagaimanakan dengan umat Allah saat ini? ke padang gurun manakah kita harus pergi? Berikut ini adalah cuplikan yang menyatakan tanggapan orang-orang setelah mendengar khotbah Petrus serta nasehat Petrus atas pertanyaan mereka:

Kis.2:37-39 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Dari kutipan ayat di atas kita menjadi tahu bahwa kita perlu 1) bertobat, 2) memberi diri dibaptis, 3) menerima karunia Roh Kudus.
Begitu setelah kita menerima Roh Kudus, kita akan dibawanya ke padang gurun rohani.

Bagaimana kita menerima Roh Kudus? Mari kita simak apa yang Yesus katakan:

Yoh. 7:37-39 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

That's it! Haus, datang kepada Yesus, dan minumlah...***

Esensi: karismatik bukan karismatik

Mengapa pusing dengan perdebatan hal-hal yang tidak penting? i.e. boleh vs. tidak boleh, tumbang vs. tidak tumbang etc.

Paulus memberikan kita peringatan melalui surat yang ditulisnya untuk jemaat di Filipi bahwa memang: Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. (Flp.1:15)

Yang lebih menarik dari peringatan itu adalah sikapnya (lihat ay.18): "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita..."

Secara pribadi, hidup Paulus adalah untuk Yesus Kristus. Dan semestinya kita meneladaninya. Kutipan ayat di bawah ini menyatakan isi hati Paulus itu:

Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Flp.1:20-21)

Dan ketika ia melayani jemaat, inilah keinginannya:

1) jemaat makin maju, dan bersukacita dalam iman (ay. 25)

2)  kemegahan jemaat di dalam Kristus makin bertambah (ay.26)

Sehingga tidak akan ada bedanya apabila ia tengah tinggal bersama mereka, ataupun ia tidak sedang di situ, hidup jemaat senantiasa berpadanan dengan Injil: mereka berdiri teguh dalam satu roh, dan sehati sejiwa penuh keberanian berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil (ay.27, 28). Bahkan seandainya kita harus menderita untuk Kristus, itu merupakan suatu karunia (ay.29).

Setuju? ***

Pertobatan

Ketika saya masih duduk di bangku SMP, saya sering bingung dengan Kekristenan. Saya membaca Alkitab, tetapi sepertinya tidak ada petunjuk yang jelas. Intinya hanya Yesus menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Saya sering bertanya-tanya, bagaimana saya bisa masuk surga? Hanya dengan percaya kepada Yesus? Kadang-kadang saya berdoa dan berkata kepada Tuhan,"Seandainya Engkau menyuruhku berbuat ini atau berbuat itu supaya aku masuk surga, tentu aku akan dengan mudah mengikuti petunjuk-Mu. Perintah-Mu hanyalah supaya aku percaya, mengasihi Engkau dan sesama. Bagaimana aku bisa yakin akan masuk surga?"

Setelah lahir baru, barulah saya mengerti akan perjanjian Allah dengan anak-anak-Nya. Ia tidak menginginkan kita melakukan ini dan itu seperti robot. Kita melakukan ini dan itu karena iman, pengharapan dan kasih. Bagaimana bisa? Kalau anda bertobat, Allah akan memperbaharui hati anda dan memperbaharui hubungan anda dengan Allah. Tanpa pertobatan, pembacaan alkitab tidak ada gunanya. Tanpa ada pembaharuan ini, dosa anda akan tetap tinggal dan menyeret anda ke jurang maut, neraka.

Yohanes 5:39, 40 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Marilah kita ulas mengenai pertobatan. Apakah pertobatan itu? Siapakan yang perlu bertobat? Untuk apakah pertobatan?

Kitab Kejadian menceritakan bagaimana Allah menciptakan manusia dan menempatkannya di taman yang elok, Eden. Allah juga telah mempercayakan bumi dan isinya kepada manusia, supaya ia berkuasa atasnya. Kasih Allah yang besar itu ditunjukkan juga dengan memberikan larangan kepada manusia supaya tidak makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sebab apabila manusia itu memakannya, ia akan mati.

Kejadian 2:16,17 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Manusia tidak waspada akan dusta Iblis. Dengan dustanya itu Iblis mengiming-imingi manusia menjadi seperti Allah. Manusia gagal mempercayai firman Allah. Ia lebih percaya kepada perkataan Iblis dan kehendaknya sendiri. Mulai saat itu manusia jatuh ke dalam dosa dan ia, secara rohani telah mati. Hubungannya yang sangat dekat dengan Allah terputus. Bukannya Allah tidak mau lagi berhubungan dekat dengan manusia, tetapi akibat dosa, manusia tidak tahan akan kemuliaan Allah. Ia menyembunyikan diri dari hadapan Allah, takut [Silakan baca Kejadian 1-3; terutama Kejadian 3].

Sejak saat itu hubungan manusia dengan Allah telah terputus. Dalam kitab perjanjian lama, hanya sesekali Allah berbicara kepada orang-orang tertentu. Ia bermaksud memulihkan hubungan itu, tetapi orang-orang pilihan-Nya gagal. Sampai Ia sendiri datang ke bumi, menebus dosa manusia dan memulihkan hubungan yang terputus itu.

Roma 3:23, 24 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Kenyataan bahwa kita ada di bumi ini dengan segala carut marutnya: iri hati, kebencian, pembunuhan, serakah, sombong, tanpa kasih dst. didukung dengan pernyataan Firman Allah yang kuat itu, menunjukkan bahwa semua orang telah jatuh ke dalam dosa dan perlu bertobat.

Yehezkiel 18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?

Yehezkiel 18:21,22 Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.

Yehezkiel 18:27 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Yesaya 55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Ayat-ayat tersebut menjelaskan kepada kita akan kemurahan Allah dan perlunya kerendahan hati kita untuk 1] bertobat dari segala dosa kita, 2] berpegang pada segala ketetapan Tuhan, 3] melakukan kebenaran dan keadilan. Tuhan berjanji akan memberikan pengampunan kepada orang yang mau bertobat dengan tidak mengingat-ingat durhaka yang dilakukan orang itu dan malahan memberikan kehidupan.***

Pertobatan (In Action)

Kita dapat melihat pertobatan in action dari Kitab Lukas 19:1-10. Dikisahkan bahwa Zakheus adalah seorang yang mengumpulkan kekayaannya dari memungut cukai. Ia tidak disukai banyak orang karena perbuatannya itu. Tetapi perubahan dalam hidupnya terjadi dari pertemuan dengan Yesus. Ia berkata, "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." [Luk.19:8]. Hatinya yang tamak telah berubah! Bahkan sebagai ganti rugi, ia mengembalikan 4 kali lipat dari jumlah yang diperasnya. Pertobatannya tidak ditunjukkan hanya dengan mimik muka bersedih, tetapi dengan tindakan nyata. Kerendahan hatinya untuk bertobat mengalahkan rasa takut rugi dan kehilangan.

Lukas 3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.

Yohanes dalam mempersiapkan jalan untuk Tuhan, memberikan contoh-contoh nyata dari pertobatan, yaitu dengan mengasihi sesama, untuk pemungut cukai: tidak menagih lebih banyak dari seharusnya, prajurit: tidak merampas dan memeras serta memenuhi kebutuhan secara bijaksana dengan gaji mereka sendiri.

Kisah Para Rasul 9:1-22 menceritakan pertobatan Saulus. Ia yang semula adalah pemburu, pembunuh dan penganiaya pengikut Yesus Kristus, bertobat akibat pertemuan ilahi dengan-Nya. Ia menunjukkan penyesalannya yang mendalam itu dengan berpuasa 3 hari. Lebih lagi hidupnya berubah: dari orang yang hatinya penuh amarah untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan [Kis 9:1], menjadi orang yang memberitakan Yesus [Kis. 9:20].

Contoh dari perumpamaan anak yang hilang [Lukas 15] tepat untuk menggambarkan keadaan kita semua. Anak bungsu itu meminta warisan kepada Bapanya, pergi ke negeri yang jauh, dan berfoya-foya sampai habis semua hartanya. Karena lapar dan tidak mampu membeli makanan ia berniat untuk mencuri makanan babi sebagai pengganjal perut. Di tengah penderitaannya itu, ia teringat betapa hamba-hamba di rumah Bapanya pun tidak pernah kelaparan. Ia menyesal dan pulang ke rumah Bapanya.

Di Yerusalem, Petrus menunjukkan kepada orang-orang apa yang harus mereka perbuat dengan perkataan ini,"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." [Kis.2:39,40].

Ajakan itu juga untuk anda.Apabila anda sadar bahwa anda perlu untuk bertobat, berdoalah begini:
"Tuhan Yesus, saya mau berhenti berbuat dosa dan mau menerima Engkau menjadi TUHAN dan JURU SELAMAT saya secara pribadi. Bertahtalah dalam hati saya dan saya menjadi hamba-Mu. Terima kasih Tuhan untuk keselamatan yang Engkau berikan melalui pengorbanan-Mu di kayu salib. Amin."

Bagaimana Yohanes Menangkis Supermen

Murid Yesus yang satu ini temperamennya memang tidak meledak-ledak seperti Petrus, tetapi ia tahu bagaimana menangkis supermen.

Doktrin Kristen mengenai Allah menjadi manusia: Yesus seringkali menimbulkan banyak pertanyaan. Saya ingat ketika masih kelas 4 SD, seorang kiai mendatangi saya dan bertanya,"Bagaimanakah Allah Bapa sama dengan Yesus Kristus, dan sama dengan Roh Kudus?" Waktu itu saya hanya tersenyum. Meskipun dalam hati saya bertanya balik,"Kok Bapak nggak tahu sih?," tetapi saya tak mengucapkan sepatah kata pun. Sulit untuk menjelaskannya.

Allah lahir dari perawan Maria dan menjadi manusia, Yesus. Itu merupakan suatu misteri yang menghalangi banyak orang menjadi Kristen. Terutama dengan adanya dua kata: Anak Allah. Frase ini  seringkali menimbulkan salah pengertian. Kalau Yesus adalah Anak Allah, maka ada dua Allah, bukan? Kalau begitu Tuhan orang Kristen itu banyak alias politheisme. Lantas tuduhan orang Yahudi dan orang Muslim benar donk? Atau mungkin Yesus tidaklah sama dengan Allah Bapa, alias Dia manusia biasa saja, yang juga berdosa, seperti kita ini. Tunggu dulu...kalau yang terakhir ini benar, lho kan itu jadi sama dengan pandangan penganut Saksi Yehuwa dan penganut beberapa sekte lainnya? Atau mungkin, memang benar allah itu banyak seperti diceritakan dalam mitologi Yunani? Jadi Yesus adalah salah satu 'sons of gods,'  salah satu supermen yang lahir dari perkawinan antara allah dan wanita. Benarkah?

Well...ternyata pewahyuan Yohanes dalam menuliskan Injil sangat hebat, sehingga kalau dibaca secara hati-hati, maka kemungkinan untuk disalahmengerti sangatlah tipis. Dengan demikian akan runtuh pula anggapan-anggapan di atas.

Yuk kita baca Yoh.1:1-18.

ay.1.  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
-->Firman itu sudah ada dan kekal. Ayat 1 ini merupakan pernyataan yang kuat, yang nanti diteruskan ke ayat 14.

ay.2. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
ay.3. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
ay.4. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
ay.11. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya...

Jelas bahwa yang dimaksud dengan Firman di atas bukanlah ciptaan, melainkan salah satu Pribadi Allah. Ay.2 menjelaskan bahwa karena Dialah semuanya diciptakan, termasuk manusia. Dialah yang memberikan hidup. Jadi kita tahu darimana asalnya kehidupan. Banyak ilmuwan berupaya keras mencari penjelasannya, hanya untuk menolak bahwa hidup ini asalnya dari Dia.

ay.14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Maka semakin jelas bahwa Allah telah menjadi manusia. Hanya ada satu Allah, dan Yesus tidak pula sama dengan salah satu 'sons of gods' mitos Yunani itu. ***

Menyambut Uluran Tangan-Nya

Meskipun pengenalan akan Allah itu tidak tergantung kepada kita, tetapi pada anugerah Allah, kenyataan yang bisa kita lihat dari pernyataan Allah di dalam Alkitab menunjukkan keinginan Allah untuk menyingkapkan rahasia diri-Nya kepada kita. Dia rindu untuk bersekutu dengan kita. Dia rindu untuk menikmati cengkrama akrab dengan ciptaan-Nya, seperti dahulu kala di taman Eden.

Uluran tangan yang penuh kasih itu tidak semestinya kita sia-siakan. Alih-alih, kita bisa menyambutnya dengan menghargai karya keselamatan-Nya.

Keselamatan gratis, seringkali menjadi ejekan orang bodoh. Pemberian itu juga seringkali disepelekan oleh orang Kristen yang tak berpengalaman. Mereka lupa bahwa keselamatan itu bukan gratis lantaran tidak ada harganya maka diberikan kepada kita, melainkan lantaran harganya terlalu mahal sehingga kita tidak sanggup mendapatkannya dengan kekuatan sendiri.

Orang yang mau menyadari hal ini tahu bahwa dosa itu tidak bisa dibayar dengan memberikan seluruh harta kekayaan yang kita miliki kepada sesama kita, bahkan tidak juga dengan memberikan nyawa kita sebagai tebusan. Segala perbuatan baik yang kita lakukan seperti sebutir pasir dalam salah satu sisi timbangan, sedangkan dosa seperti gajah duduk di sisi timbangan satunya. Satu-satunya harapan yang ada pada orang itu hanyalah menerima karya keselamatan Allah yang telah dilakukan Yesus Kristus dengan mati di kayu salib.

Kesadaran ini akan membawa perubahan sikap dalam diri orang itu. Betapa ia akan sangat bersyukur kepada Allahnya akan kemerdekaan dari belenggu dosa, dan tidak lagi dia menganggap dosa sebagai sesuatu yang remeh temeh.

Perumpamaan tentang pengampunan (Mat.18:21-35) sangat cocok  menggambarkan keadaan kita sewaktu berada dibawah belenggu dosa dan bagaimana kita menerima penebusan. Namun haruslah kita berhati-hati supaya kita tidak "mencekik" kawan sendiri (ay.28) hanya karena "hutang" kecil.

Penebusan yang sangat luar biasa itu membuat siapa saja yang menyadarinya berkeinginan untuk menjadi hamba-Nya. Mirip dengan pernyataan anak terhilang seusai ia makan makanan babi: "aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa (Luk.15:9)."

Kenyataannya kita ditebus bukan untuk menjadi hamba, tetapi supaya kita diterima menjadi anak (Gal.4:5) dan Dia telah memberikan Roh Anak-Nya di dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (ay.6). "jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah (ay.7)."

Kerinduan-Nya untuk bersekutu dengan kita, meskipun harganya teramat mahal, telah dibayar-Nya. Dia ingin supaya kita bisa bercakap-cakap dengan Dia tanpa perantara: seperti Bapa bercakap-cakap kepada anak-Nya. Dia sangat ingin menceritakan rahasia-rahasia-Nya (menunjukkan kemuliaan-Nya; Ams.25:2). Dia ingin memperkenalkan diri-Nya. Mari kita sambut uluran tangan-Nya itu!***

Friday, April 10, 2009

5 Pertanyaan Penting

20 For since the creation of the world God’s invisible qualities—his eternal power and divine nature—have been clearly seen, being understood from what has been made, so that men are without excuse. 

The Holy Bible : New International Version. 1996, c1984 (electronic ed.) (Ro 1:20). Grand Rapids: Zondervan.

Di dalam hidup ini ada lima pertanyaan penting: 1) dari manakah kita berasal? 2) siapakah kita? 3) mengapa kita di sini? 4) bagaimanakah seharusnya kita hidup? 4) kemanakah tujuan kita ?

Tentu saja untuk menjawab lima pertanyaan tersebut sangat tergantung pada persepsi kita tentang Allah. Apakah Allah itu ada? Apabila ada, berarti ada pula arti dan tujuan hidup ini. Dengan begitu, tentu ada cara yang benar untuk hidup, karena pilihan yang kita tentukan sekarang akan mempengaruhi kita dalam kekekalan.

Apabila Allah tidak ada maka tidak ada juga tujuan hidup ini, cara hidup dan pilihan saat ini tidak akan ada artinya. Toh hidup akan berakhir dengan kematian.

Karena itu, kepercayaan yang kita miliki tentang Allah, akan mempengaruhi kepercayaan kita akan hal-hal lain di sekitar kita.

Tuesday, March 03, 2009

Firman-Mu adalah…

  • honey in my mouth [ Ezek. 3:3]

Yeh.3:3 (ITB) Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

  • Spiritual food for the hungry [Job 23:12]
Job 23:12 (KJV)
12 Neither have I gone back from the commandment of his lips; I have esteemed the words of his mouth more than my necessary food.
  • dwelling in me richly [Col. 3:16]
Colossians 3:16 (KJV)
16 Let the word of Christ dwell in you richly in all wisdom; teaching and admonishing one another in psalms and hymns and spiritual songs, singing with grace in your hearts to the Lord.
  • a lamp for my feet [Ps. 119:105]
Psalms 119:105 (KJV)
105 Thy word is a lamp unto my feet, and a light unto my path.
  • a joy and delight to my heart [Jer.15:16]
Jeremiah 15:16 (KJV)
16 Thy words were found, and I did eat them; and thy word was unto me the joy and rejoicing of mine heart: for I am called by thy name, O LORD God of hosts.
  • renewing my mind [Rom. 12:1,2]

Romans 12:1,2 (KJV)

1 Therefore, I urge you, brothers, in view of God's mercy, to offer your bodies as living sacrifices, holy and pleasing to God--this is your spiritual act of worship.
2 Do not conform any longer to the pattern of this world, but be transformed by the renewing of your mind. Then you will be able to test and approve what God's will is-- his good, pleasing and perfect will.

  • a fire that burns in my heart [Jer. 20:9]
Jeremiah 20:9 (KJV)
9 Then I said, I will not make mention of him, nor speak any more in his name. But his word was in mine heart as a burning fire shut up in my bones, and I was weary with forbearing, and I could not stay.
  • more precious than gold [Ps.19:10]
Psalms 19:10 (KJV)
10 More to be desired are they than gold, yea, than much fine gold: sweeter also than honey and the honeycomb.
  • Sharper than a two-edged sword [Heb.4:12]
Hebrews 4:12 (KJV)
12 For the word of God is quick, and powerful, and sharper than any twoedged sword, piercing even to the dividing asunder of soul and spirit, and of the joints and marrow, and is a discerner of the thoughts and intents of the heart.
  • a great reward [Ps.19:11]
Psalms 19:11 (KJV)
11 Moreover by them is thy servant warned: and in keeping of them there is great reward.
  • true and righteous [Ps.119:160]
Psalms 119:160 (KJV)
160 Thy word is true from the beginning: and every one of thy righteous judgments endureth for ever.
  • penetrating my thoughts and attitudes [Heb. 4:12]
Hebrews 4:12 (KJV)
12 For the word of God is quick, and powerful, and sharper than any twoedged sword, piercing even to the dividing asunder of soul and spirit, and of the joints and marrow, and is a discerner of the thoughts and intents of the heart.
  • perfect and trustworthy [Ps.19:7]

Psalms 19:7 (KJV)
7 The law of the LORD is perfect, converting the soul: the testimony of the LORD is sure, making wise the simple.

Monday, February 23, 2009

Serupa dengan Kristus

“…we are cruel to ourselves if we try to live in this world without knowing about the God whose world it is and who runs it. (J.I. Packer)”

Allah menciptakan manusia serupa dengan gambar-Nya. Namun sejak manusia jatuh ke dalam dosa, gambar Allah itu telah rusak. Beruntung bahwa Yesus telah datang untuk memulihkan hubungan manusia dengan Allah dan untuk memberikan teladan akan gambar Allah yang sempurna itu.

Belajar dari Dia dan belajar mengenal Allah kita sangat penting apabila kita ingin menjadi serupa dengan-Nya.

Friday, February 20, 2009

Deklarasi

“First this: God created the Heavens and Earth—all you see, all you don't see. (Genesis 1:1; MSG)“

Satu ayat ini secara lantang mengungkapkan pernyataan Allah kepada dunia:

1. kepada penganut atheisme dinyatakan bahwa Penciptaan adalah karya Allah.

2. kepada penganut politheisme dinyatakan bahwa hanya ada satu Allah.

3. kepada penganut pantheisme dinyatakan bahwa Allah tidaklah sama dari ciptaan-Nya dan tidak tergantung pada ciptaan-Nya itu.

4. kepada penganut teori evolusi dinyatakan bahwa alam semesta diciptakan dan bukan hasil evolusi.

5. kepada penganut materialisme dinyatakan bahwa materi tidaklah kekal, tetapi hasil ciptaan.

6. kepada penganut eksistensialisme dinyatakan bahwa ciptaan Allah memiliki tujuan.

Bukankan sebelum manusia mencari jatidirinya melalui filsafat, Allah sudah terlebih dulu menyatakannya?

Monday, February 09, 2009

How to Study Theology

Dari: Founders Journal · Winter 2000 · pp. 8-9

Martin Luther

I want to point out to you a correct way of studying theology, for I've had practice in that. If you keep to it, you will become so learned that you yourself could (if it were necessary) write books just as good as those of the fathers and councils. This is the way taught by holy King David (and doubtlessly used also by all the patriarchs and prophets) in Psalm 119. There you will find three rules, amply presented throughout the whole psalm: prayer (oratio), meditation (meditatio), and testing (tentatio).

Prayer

First, you should know that the Holy Scriptures constitute a book that turns the wisdom of all other books into foolishness, because not one teaches about eternal life except this one alone. Therefore you should straightway despair of your reason and understanding. With them you will not attain eternal life, but, on the contrary, your presumptuousness will plunge you and others with you out of heaven (as happened to Lucifer) into the abyss of hell. But kneel down in your room and pray to God with real humility and earnestness (as David did), that he through his dear Son may give you his Holy Spirit, who will enlighten you, lead you, and give you understanding.

Meditation

Second, you should meditate not only in your heart, but also externally, by actually repeating and comparing oral speech and literal words of the book, reading and rereading them with diligent attention and reflection, so you may see what the Holy Spirit means by them. Take care you do not grow weary or think you have done enough when you have read, heard, and spoken them once or twice, and that you then have complete understanding. You'll never be a particularly good theologian if you do that, for you will be like untimely fruit which falls to the ground before it is half ripe. God will not give you his Spirit without the external Word.

Testing

Third, there is testing. This is the touchstone that teaches you not only to know and understand, but also to experience how right, how true, how sweet, how lovely, how mighty, and how comforting God's Word is, wisdom beyond all wisdom.

David, in Psalm 119, complains often about all kinds of enemies, arrogant princes or tyrants, false spirits and factions, whom he must tolerate because he meditates, that is, because he is occupied with God's Word in all manner of ways. For as soon as God's Word takes root and grows in you, the Devil will harry you and will make a real theologian of you, for by his assaults he will teach you to seek and love God's Word. I myself am deeply indebted to my critics, that through the Devil's raging they have beaten, oppressed, and distressed me so much. That is to say, they have made a fairly good theologian of me, which I would not have become otherwise. And I heartily grant them what they have won (honor, victory, and triumph) in return for making this of me, for that's the way they wanted it.

Learn from David

Now, with that you have David's rules. If you study hard in accord with his example, then you will also sing and boast with him, "The law of thy mouth is better to me than thousands of gold and silver pieces" (Ps. 119:72). And it will be your experience that the books of the fathers will taste stale and putrid to you in comparison. You will not only despise the books written by adversaries, but the longer you write and teach, the less you will be pleased with yourself. When you have reached this point, then do not be afraid to hope that you have begun to become a real theologian, who can teach not only the young and imperfect Christians, but also the maturing and perfect ones.

If, however, you feel and are inclined to think you have made it, flattering yourself with your own little books, teaching, or writing, because you have done it beautifully and preached excellently; if you are highly pleased when someone praises you in the presence of others; if you perhaps look for praise, and would sulk or quit what you are doing if you did not get it--if you are of that stripe, dear friend, then take yourself by the ears, and if you do this in the right way you will find a beautiful pair of big, long, shaggy donkey ears. Then do not spare any expense! Decorate them with golden bells, so that people will be able to hear you wherever you go, point their fingers at you, and say, "See, See! There goes that clever beast, who can write such exquisite books and preach so remarkably well." That very moment you will be blessed and blessed beyond measure in the kingdom of heaven. Yes, in that heaven where hellfire is ready for the Devil and his angels.

Reprinted from Luther's Works, Vol. 34
Edited by Lewis W. Spitz
Copyright 1960 (Muhlenberg Press)

He helps his hearers more by his wisdom than his oratory; although he himself is less useful than he would be if he were an eloquent speaker also. But the one to guard against is the man whose eloquence is no more than an abundant flow of empty words.

Augustine, De Doctrina Christiana

Thursday, January 29, 2009

Menjaga mutiara yang berharga

6 “Do not give dogs what is sacred; do not throw your pearls to pigs. If you do, they may trample them under their feet, and then turn and tear you to pieces.

The Holy Bible : New International Version. 1996, c1984 (electronic ed.) (Mt 7:6). Grand Rapids: Zondervan.

Mengapa? karena mereka kotor, rakus dan tak kenal malu, mengancam.

Wednesday, January 07, 2009

I will praise the Lord!

rejoiceinthelord

Di dalam keluarga Allah (Bagian 1)

Suatu ketika Ambrose Bierce dengan sinis mengatakan bahwa kelahiran seorang anak adalah “the first and direct of all disasters.” Karena dia dan istrinya tidak punya anak, bisa jadi Ambrose mengambil kesimpulan itu dari melihat anak-anak tetangganya.

Ucapan itu ada benarnya mengingat setiap orang dilahirkan dengan dosa bawaan. Raja Daud pun mengakuinya “Surely I was sinful at birth, sinful from the time my mother conceived me (Ps. 51:5).” Great disaster yang diungkapkan Ambrose itu sudah terjadi ketika manusia pertama tidak mematuhi Allah (Baca Kejadian 3, Roma 5:12-21). Allah memang menciptakan kita dalam gambarnya (Kej. 1:27), tetapi kita ini dilahirkan juga dalam gambar Adam (Kej. 5:3), dan itu memasukkan kita ke dalam golongan orang berdosa, dari dosa bawaan itu (Baca Efesus 2:1-3).

Beruntunglah mereka yang saat ini dalam geneologinya Yesus Kristus – termasuk saya (Matius 1:1). Oleh anugerah-Nya, Allah telah membentuk keluarga baru. Memang Adam yang datang pertama membawa dosa dan penghukuman bagi seluruh umat manusia, tetapi Adam yang datang kemudian (yi. Yesus Kristus) telah membawa kebenaran dan keselamatan (1 Kor.15:45).

Melalui kabar sukacita Injil, maka orang berdosa (termasuk saya) mendapatkan pengampunan dan mengalami mujizat dilahirkan kembali ke dalam keluarga Allah melalui iman di dalam Yesus Kristus. Betapa bahagianya!

 

Kebaikan Allah Selalu Menyertai

goodness

Tuesday, January 06, 2009

Komitmen

Ruth dan Esther memberi teladan komitmen. Dua-duanya membuka jalan bagi lahirnya Sang Mesias! Kalau Kitab Ruth diawali dengan kelaparan dan diakhiri dengan lahirnya seorang anak ke dunia, maka Kitab Esther diawali dengan pesta dan diakhiri dengan kematian 75 ribu orang. Yang jelas, kedua kitab tersebut menuliskan bagaimana tangan Allah bekerja di tengah-tengah umat-Nya.

Komitmen Ruth dan Esther patut kita teladani, dan di bawah ini bisa kita baca tekad mereka:

6 And Ruth said, Urge me not to leave you or to turn back from following you; for where you go I will go, and where you lodge I will lodge. bYour people shall be my people and your God my God.

17 Where you die I will die, and there will I be buried. The Lord do so to me, and more also, if anything but death parts me from you.

b “Ruth is a prophecy, than which none could be more beautiful and engaging, of the entrance of the heathen world into the kingdom of God. She comes forth out of Moab, an idolatrous people full of wantonness and sin, and is herself so tender and pure. In a land where dissolute sensuality formed one of the elements of idol worship, a woman appears, as wife and daughter, chaste as the rose of spring and unsurpassed in these relations by any other [human] character in Holy Writ. . . . Ruth’s confession of God and His people originated in the home of her married life. It sprang from the love with which she was permitted to embrace Israelites . . . . The conduct of one Israelitish woman [Naomi] in a foreign land was able to call forth a love and a confession of God like that of Ruth . . . . Ruth loves a woman, and is thereby led to the God Whom that woman confesses” (J.P. Lange, A Commentary).

The amplified Bible, containing the amplified Old Testament and the amplified New Testament. 1987 (Ru 1:16-17). La Habra, CA: The Lockman Foundation.

16 Go, gather together all the Jews that are present in Shushan, and fast for me; and neither eat nor drink for three days, night or day. I also and my maids will fast as you do. Then I will go to the king, though it is against the law; and if I perish, I perish.

The amplified Bible, containing the amplified Old Testament and the amplified New Testament. 1987 (Es 4:16). La Habra, CA: The Lockman Foundation.

Saturday, January 03, 2009

Ciptaan Baru

4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
5 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
6 "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! (Yer 18:4-6)

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Kor 5:17)

Kesadaran bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus akan membawa hidup kita, hari demi hari, pada kesempurnaan di dalam Dia.

Thursday, January 01, 2009

Pembaharuan akal budi

2 Do not be conformed to this world (this age), [fashioned after and adapted to its external, superficial customs], but be transformed (changed) by the [entire] renewal of your mind [by its new ideals and its new attitude], so that you may prove [for yourselves] what is the good and acceptable and perfect will of God, even the thing which is good and acceptable and perfect [in His sight for you].

The amplified Bible, containing the amplified Old Testament and the amplified New Testament. 1987 (Ro 12:2). La Habra, CA: The Lockman Foundation.

Akal budi kita perlu diperbaharui terus menerus di dalam Kristus untuk bisa membedakan apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna menurut pandangan Allah.